Entri Populer

Jumat, 19 November 2010

Lara yang terukir

ketika kalut datang .
ingin ku menjerit .
melepas semua rasa dalam diri yang jujur tak sanggup aku hadapi.
satu kata yang menghancurkan semua mimpi dalam waktu sekejap.
bahkan air mata pun sudah tertampung di ujung kelopak mata yang tak berani mengalir.
tak ingin dimengerti, bahkan dipahami .
hanya ingin dirasakan.
kebebasan yang tergambar dalam lukisan realita tak sama dengan yang ku jalani.
mencurahkan semua pada mereka pun rasanya percuma.
hanya akan mendapat sebelah mata yang paling aku benci.
lihat ,lihat lara yang terukit ini.
tak cukup kah batin yang tersiksa menjadi saksi.
saksi sebuah rasa penyesalan dalam diri yang terdalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar